Daftar Buku :

Tips Ringan Menulis

“Semua penulis akan mati. Hanya karyanyalah yang abadi. Maka tulislah segala hal yang dapat membahagiakanmu di akhirat nanti.“ -Ali bin Abi Thalib r.a-

Apa kabar sobat mahabbah? Semoga tetap berada dalam naungan kasih dan sayang-Nya, abadi hingga akhir nanti. Aamin. Menulis adalah hasil karya ekspresi jiwa atau kekreatifan kata dalam mengungkap perasaan dan pikiran. Bagi sobat penulis pemula, yuk kita tengok tips ringan untuk menambah semangat menulis ….
→ Let’s Go !
Tumbuhkan minat
Perlu kita pahami sobat, tidak ada seorang pun di dunia ini yang terlahir dalam keadaan kreatif. Apa sobat pernah mendengar bayi berpuisi didalam perut Ibu? Jawabannya: tentu tidak (kec. Bi’idznillah). Maka hal pertama yang perlu dimiliki adalah: minat. Tumbuhkan minat, perlahan akan muncul bakat. Bisa dibentuk dengan terus menerus meluangkan waktu khusus untuk menulis, contoh; artikel, puisi, cerpen atau sekedar kata motivasi kecil.
Bersahabat dengan pena
Menulis tidak akan dikatakan menulis bila tanpa alat tulis. Benar begitu kan, sobat? Maka, sarana utama kita yang paling mudah adalah: Pena. Bawa penamu, mainkan, biarkan ia berlarian membentuk macam ragam tulisan. Dimana pun, kapan pun, dan kondisi apapun. Karna inspirasi bisa saja  datang sewaktu waktu. Maka beri kesempatan tangan kita tuk terus berdekatan dengan pena.
 Semua dari hati
Ya, semua dari hati. Ikatlah hati dengan tulisan, karna setiap apapun yang kita rasakan bisa kita tulis. Lalu ikatlah tulisan dengan hati, karna tulisan akan mengikuti irama sempurna yang tersimpan dari perasaan kita sendiri. Tulislah segala hal yang terbesit dalam pikiran dan hati kita, bahkan menulis diary juga bisa dikatakan menulis dari hati loh sobat.
·         Paham dasar
Meski semua dari hati bukan berarti menulis itu tanpa landasan, sobat. Semua perlu pembelajaran, dan pembelajaran perlu modal. Mula-mula kita tau dasar-dasar dalam menyusun setiap jengkal tulisan, berupa struktur bahasa dan tatanan penulisannya. Baru kita bisa dikatakan menulis dengan hati secara baik dan benar. Jadi seimbangkan antara tatanan hati dan tatanan pemahaman tulisan. Oke?
·         Jangan berhenti!
Setelah punya modal dasar dan pemahaman, kita perlu berkomitmen, konsisten, serta disiplin dalam menulis. Merangkai tulisan sedikit demi sedikit, tapi secara terus menerus. Bahasa islaminya: Istiqomah. Ya, istiqomah dalam menulis. Biarkan tulisan  kita mengalir dengan sendirinya, biarkan setiap huruf menerjemahkan kata-nya dan setiap kata menerjemahkan kalimat-nya. Biarkan
·         Ciptakan motivasi
Adakalanya, menulis itu membosankan, melelahkan, atau menguras pikiran. Tapi bagi penulis sejati, keadaan ini tidak akan berlangsung lama dan berkepanjangan. Harus  ada setiap motivasi yang bisa diciptakan untuk membangun kembali semangat menulis. Contoh  motivasi: “aku menulis karna aku mencintaimu”. Nah, menulis bisa menjadi hal yang sangat menyenangkan apabila termotivasi dari sosok yang kita cintai. Tidak percaya? Buktikan saja J



Semoga generasi kita mencipta banyak penulis muda yang terampil, berbakat dan penuh manfaat. Sekian, wassalam. ~Abella Syauqi
Share this article :

Posting Komentar

 
Penulis Media Publisher : Penerbit | Buku Indie | Murah tidak murahan
Copyright © 2015. penulismudapublisher.com - All Rights Reserved
Kami Menyediakan Penerbitan Murah Paket 200 Ribu
Dibuat Oleh : Penulismudapublisher